Jumat, 30 Agustus 2013

Agen bola - Eto'o Pilih Chelsea, Inter Gigit Jari

0 komentar

Agen bola - Eto'o Pilih Chelsea, Inter Gigit Jari

Agen bola - Eto'o Pilih Chelsea, Inter Gigit Jari - Samuel Eto'o resmi bergabung dengan Chelsea setelah dia sepakat menandatangani kontrak berdurasi satu tahun. Hal ini sesuai dengan perkiraan sebelumnya sehingga Inter Milan harus gigit jari.

Eto'o menjadi pemain bintang yang dilepas Anzhi Makhachkala karena gajinya yang sangat tinggi. Striker asal Kamerun ini harus rela didepak karena klub membuat kebijakan untuk memangkas secara besar-besaran pengeluarannya, judi bola.

Pemain berusia 32 tahun ini pindah dengan status bebas transfer. Akan tetapi, permintaan gajinya bisa dipenuhi Chelsea, sedangkan Inter, yang merupakan bekas klubnya, tak memberikan penawaran sesuai keinginan.

Meskipun demikian, keputusan Eto'o pindah ke Stamford Bridge tetap menjadi bagian dari reuni Nerazzurri. Pasalnya, dia kembali bekerja sama dengan pelatih Jose Mourinho, yang juga adalah pelatihnya ketika mereka sama-sama meraih kesuksesan di Inter.

"Saya sangat senang berada di sini, tetapi juga khawatir karena saya ingin bermain sesegera mungkin," ujar mantan pemain Barcelona ini kepada situs resmi klub.

"Ini bukan keputusan yang sulit. Saya melihat kualitas yang dimiliki Chelsea, dan saya sangat bahagia dengan Mourinho sebelumnya sehingga ketika kesempatan itu datang, saya sangat senang untuk mengambilnya."

Sumber

Senin, 11 Februari 2013

Bakal Banyak Gol di Bernabeu?

0 komentar


Bakal Banyak Gol di Bernabeu? - Mayoritas pertemuan Real Madrid dengan Manchester United berhias dengan banyak gol tercipta. Di Santiago Bernabeu tengah pekan ini, tajamnya lini depan kedua kubu memungkinkan tradisi itu terulang.

Di ajang Liga Champions, Madrid dan MU sejauh ini sudah saling berhadapan delapan kali. Dari jumlah tersebut El Real sementara unggul tipis dengan meraih tiga kemenangan, sementara MU dapat dua kemenangan, tiga lainnya berkesudahan dengan hasil imbang.

Dari delapan pertemuan tersebut, cuma dua laga yang berakhir dengan sedikit gol tercipta. Itu terjadi di leg kedua babak perempatfinal musim 1999/2000 (0-0) dan di semifinal musim 1967/1968 (1-0 untuk MU). Sedangkan sisanya di enam pertandingan lain, paling tidak ada empat gol tercipta di setiap laga. Termasuk bentrok terakhir keduanya di perempatfinal musim 2002/2003.

Ketika itu Madrid memetik kemenangan 3-1 di Santiago Bernabeu, sementara saat bertanding di Old Trafford gantian MU yang unggul 4-3. Hasil dua laga tersebut membuat El Real lolos ke semifinal dengan keunggulan agregat 5-6.

Kamis (14/2/2013) dinihari WIB pertemuan Madrid vs MU kembali berpeluang menghasilkan banyak gol, itu terkait produktivitas Los Merengues di The Red Devils yang sangat tinggi di musim ini.

Meski lolos ke 16 besar dengan status runner up, Madrid adalah klub dengan jumlah gol terbanyak di fase grup. Jumlah 15 gol yang mereka lesakkan cuma bisa disamai oleh Bayern Munich. Sementara meski 'cuma' bikin sembilan gol di fase grup, MU punya statistik mentereng di Premier League dengan total telah membuat 62 gol dari 26 pertandingan.

Kedua tim juga punya goal-getter ulung di lini depan. Tuan rumah jelas akan mengandalkan Cristiano Ronaldo yang sepanjang musim ini sudah membuat 36 gol dari 35 pertandingan di semua kompetisi, sementara MU bakal bertumpu pada Robin van Persie setelah dia melesakkan 23 gol dari 31 laga.

Statistik Pertemuan Real Madrid dan Manchester United di Liga Champions

Semifinal 1956/1957
Leg I Real Madrid 3-1 Manchester United
Leg II Manchester United 2-2 Real Madrid
- Madrid lolos dengan keunggulan agregat 5-3

Semifinal 1967/1968
Leg I Manchester United 1-0 Real Madrid
Leg II Real Madrid 3-3 Manchester United
- MU lolod dengan keunggulan agregat 4-3

Perempatfinal 1999/2000
Leg I Real Madrid 0-0 Manchester United
Leg II Manchester United 2-3 Real Madrid
- Madrid lolos dengan keunggulan agregat 3-2

Perempatfinal 2002/2003
Leg I Real Madrid 3-1 Manchester United
Leg II Mancester United 4-3 Real Madrid
- Madrid lolos dengan keunggulan agregat 6-5


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Baca Juga !

Buffon Takkan Terintimidasi Atmosfer Celtic Park

 

Gianluigi Buffon tahu betul jika kandang Celtic FC, Celtic Park, punya atmosfer yang luar biasa. Kendati demikian, penjaga gawang Juventus itu mengaku tak gentar.

Buffon pernah merasakan atmosfer Celtic Park saat Juve bertandang ke sana di Liga Champions musim 2001-2002 meski hanya dari bangku cadangan. Kala itu, Juve kalah 3-4 dari tuan rumah.

Selain bersama Juve, Buffon juga pernah bermain di Glasgow saat membela Parma di laga kontra Glasgow Rangers di Piala UEFA di tahun 1998.

Kini Buffon akan kembali ke Glasgow dan berlaga di Celtic Park bersama Juve untuk melakoni laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (13/2/2013) dinihari WIB. Meski tahu penonton di stadion akan habis-habisan mendukung tuan rumah, Buffon tak mau terintimidasi.

"Aku sudah pernah bermain di sini (Glasgow) dua atau tiga kali bersama Parma dan Juventus meski yang terakhir 10 tahun yang lalu aku ada di bangku cadangan," tutur Buffon seperti dikutip Sky Sports.

"Itu adalah laga terakhir di grup dan kami sudah lolos. Atmosfernya sangat Inggris, tapi seingatku, tidak ada fans yang pernah mencetak gol," imbuhnya.

"Tentu penonton bisa membantu Celtic tapi hanya dalam titik tertentu. Lawan tidak boleh terlena dengan ini dan harus fokus pada permainannya sendiri," lanjut kiper 35 tahun itu.

"Atmosfer yang paling panas di mana aku pernah bermain mungkin Turki, di Fenerbahce dan Galatasaray. Tentu di sini Celtic dan Rangers, mereka punya stadion yang ketika penuh punya atmosfer yang luar biasa, kami sudah tahun ini dan kami sangat menghormatinya," katanya.
 

Akamichi Copyright © 2013 | Support Link : judi bola